Friday, March 14, 2008

Cerita Buang Masa

Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil Anwar, Mac 1943)

Petikan puisi penyair terkemuka Indonesia, si patah hati lagi loser, Chairil Anwar, yang terdapat di dalam sebuah buku "lucah" dan ditulis oleh seorang "pelucah" warganegara Singapura, Nizam Zakaria, yang juga penulis skrip cerita merepek lagi membosankan, Spa Q.

2 comments:

averrose said...

Loser..
Tapi Chairil Anwar ni cool.. tahun 40an dah ada mamat punk nusantara.

puisi Aku ni mmg 'punk'

Irwan said...

setuju...

tp, "jiwa kacau" makin meresap lam jiwe aku... cmne ni?